Pelatihan Tari Kreasi Sunda untuk Meningkatkan Keterampilan Menari Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Sukaluyu, Pangalengan
Keywords:
Anak sekolah dasar, Pelatihan tari, Keterampilan menari, Pelestarian budaya, Tari kreasi Sunda, Uji-t berpasanganAbstract
Pelestarian tari tradisional Sunda di kalangan anak menghadapi tantangan berupa terbatasnya pelatih, sarana latihan, dan ruang apresiasi seni di wilayah perdesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menari anak usia sekolah dasar melalui pelatihan tari kreasi Sunda di Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Mitra kegiatan adalah 20 anak berusia 7–12 tahun beserta orang tua dan pemerintah desa. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelatihan bertahap selama delapan pertemuan dengan teknik demonstrasi, imitasi, dan latihan berulang, pentas apresiasi, serta evaluasi. Keterampilan menari diukur sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan rubrik observasi aspek wiraga, wirama, dan wirasa, kemudian dianalisis dengan uji-t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan rata-rata skor keterampilan menari meningkat dari 47,50 menjadi 66,98 dengan selisih 19,48 poin, t(19) = 17,66, p < 0,001, dan N-gain 0,37 (kategori sedang). Peningkatan terbesar terjadi pada aspek wirama dan wiraga, sedangkan aspek wirasa meningkat paling kecil. Kegiatan ditutup dengan pentas seni anak yang melibatkan orang tua dan masyarakat desa. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan tari kreasi yang terstruktur dan berbasis budaya lokal efektif meningkatkan keterampilan menari anak sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya Sunda di tingkat desa.

