Penguatan Taman Baca sebagai Ruang Literasi Anak untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Membaca di Pangalengan, Kabupaten Bandung
Keywords:
Taman baca, Literasi anak, Membaca nyaring, Minat baca, Pangalengan, Uji t berpasanganAbstract
Minat dan kemampuan membaca anak di wilayah perdesaan masih terkendala oleh terbatasnya akses bacaan dan belum optimalnya fungsi taman baca. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menata taman baca sebagai ruang literasi ramah anak dan meningkatkan minat serta pemahaman bacaan anak di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Mitra kegiatan adalah pengelola taman baca, dengan sasaran 30 anak berusia 8–12 tahun dari lingkungan sekitar. Metode yang digunakan bersifat partisipatif melalui lima tahap, yaitu analisis kebutuhan, penataan taman baca, pelatihan literasi berbasis membaca nyaring, membaca berpasangan, mendongeng, dan menceritakan kembali isi bacaan, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan angket minat baca dan tes pemahaman bacaan sebelum dan sesudah kegiatan, kemudian dianalisis dengan uji t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada minat baca dari 55,00 menjadi 73,93 (t(29) = 11,12; p < 0,001) dan pada pemahaman bacaan dari 54,33 menjadi 71,33 (t(29) = 11,27; p < 0,001) dengan N-gain kategori sedang. Taman baca juga memiliki koleksi berjenjang, sistem peminjaman, dan kelompok duta baca. Program ini juga melibatkan pengelola, orang tua, dan remaja setempat sehingga perubahan tidak berhenti ketika tim pengabdian selesai bertugas. Temuan ini menegaskan bahwa taman baca yang dikelola dengan program terstruktur dan melibatkan warga merupakan strategi efektif dan berkelanjutan untuk memperkuat literasi anak di perdesaan

